Daihatsu Terios generasi kedua diperkenalkan pertama kali di pasar Eropa pada tahun 2006, setelah Jepang, dengan nama Daihatsu Be‣go berjenis short wheelbase.
Menurut filosofi, Toyota Rush melanjutkan Toyota Kijang short wheelbase tipe Rangga yang telah discontinued karena Toyota Rush sendiri memiliki mesin yang sama seperti Toyota Avanza 1.5 sedangkan Avanza sendiri adalah kelanjutan dari Toyota Kijang short wheelbase.
Pada akhir 2006, PT Astra Daihatsu Motor selaku Agen Tunggal Pemegang Merek Daihatsu di Indonesia meluncurkan versi long wheelbase (versi panjang) pertama kali di pasar global dengan kapasitas tujuh penumpang dewasa. Mobil ini dilengkapi dapur pacu berkode 3SZ-VE 1.495 cc DOHC 16 Valve VVT-i bertenaga 109 hp/5.500 rpm dan torsinya 145 Nm/4.000 rpm. Varian pada Terios adalah TS (sekarang tipe X) dan TX (sekarang tipe R), sedangkan untuk Rush G dan S (kini TRD Sportivo).
Untuk versi Indonesia, mobil ini tidak dilengkapi ABS, EBD, Airbag (kantung udara) dan sistem penggerak 4WD.
Namun untuk Toyota Rush setelah facelift (peningkatan model) dipasangkan fitur-fitur tersebut kecuali sistem penggerak 4WD.
Untuk pasar ekspor (dengan nama Toyota Rush untuk pasar Malaysia dan tetap Daihatsu Terios untuk pasar Singapura), memiliki fitur-fitur yang sama dengan Toyota Rush versi Indonesia setelah facelift.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar